Rabu, 30 September 2020
Panca Pesona Alor Timur Laut
PANCA PESONA
KECAMATAN ALOR TIMUR LAUT
1. PESONA ALAM AIR PANAS TUTI ADAGAE
Tuti adalah Sumber air panas yang terletak di Pasi-Adagae Desa Air mancur Kec ATL. Air panas mendidih yang mengandung blerang menyembur ke permukaan bebatuan yang menghasilkan warna kuning merona.
Kandungan blerang pada air panas Tuti Adagae dapat menjadi obat untuk menyembuhkan penyakit kulit dan Sumber panasnya dapat mematangkan Telur atau buah-buahan dan sea food seperti udang dan kepiting.
2. WISATA BUDAYA JALAN POHON/ELA MA
Suatu ritual adat pada saat kedukaan dalam etnis Kamang di Desa Waisika Kec ATL.
Anak laki-laki dari orang tua yang meninggal dunia akan pergi menemui Pamannya selaku pohon pelepas untuk meminta barang-barang kebutuhhan terkait kedukan seperti selimut/sarung pembungkus jenasah, padi/beras dan ternak babi sebagai lauk pauk untuk melayani pelayat atau keluarga yang datang. Permintaan ini tentu saja digantikan dengan benda-benda adat senilai dengan pemberian itu yang ditentukan oleh pamannya.
3. WISATA RELIGI/ INJIL MASUK KAMPUNG LAMA WOISIKA
Mula-mula Dibawa dari Kolana pada masa Raja Alexander Makonimaoe pada tanggal 1 Juli 1911 dengan Pendeta pertama yang melayani adalah Pendeta Amallo. Meskipun tanpa bangunan Gereja, hanya Sebuah Alkitab dan Batu Besar, namun Injil begitu cepat tersebar ke kampung-kampung.
4. WISATA MINAT KUSUS /MELEMANG
Kuliner kesukaan masyarakat Alor Timur laut adalah Melemang. Memasak nasi atau lauk dengan menggunakan ruas bambu menta yang masih muda yang dibakar hingga bambunya menjadi arang. Rasanya khas dan aromanya sangat menambah selera makan.
5. WISATA SEJARAH /BATU LAGAWA
Sejarah terbentuknya batu Lagawa di desa Pido Kec ATL. Berawal dari sebuah keluarga manusia raksasa datang dari Timor Leste (Ubi/ayah dan Lagawa/ibu) mereka tinggal di Pulau Alor dan melahirkan seorang anak dan diberi nama Menggapul. Ketika hendak kembali ke Timor Leste. Sang Ibu bersama anaknya berjalan mendahului suaminya. Di tengah perjalanan (Aumang), Menggapu
l Mengalami demam dan menggigil sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan lalu ditinggalkan ibunya disitu dan ia terus melanjutkan perjalanan menyusuri sungai hingga kurang lebih 500 meter mendekati Kolam Kiliwa. Ia di hadang oleh penghuni Kolam tersebut dengan alasan kedatangannya akan menghacurkan dan atau membahayakan anak-anak dan merusak perkampungan oleh kaki besarnya. Sehingga mereka menghadang dengan cara mendorong, menekan, menginjak, menyiku dan menanam pohon arah sebagai penahan sekaligus pelindung. Hingga saat ini, pada dinding batu lagawa terdapat tanda berbentuk bekas tapak kaki, tangan, lutut, siku manusia dan pohon ara yang tumbuh menyangga Batu Lagawa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Tuhan menciptakan manusia dilengkapi dengan bahasa yang bertujuan untuk saling membangun komunikasi antara 1 dengan yang lainnya. Berbagai...
-
PANCA PESONA KECAMATAN ALOR TIMUR LAUT 1. PESONA ALAM AIR PANAS TUTI ADAGAE Tuti adalah Sumber air panas yang terletak di Pasi-Adagae De...
-
4 April 2021 menjadi hari terburuk bagi sebahgian masyarakat di NTT, terkhususnya Warga desa waisika. Rumah rumah mereka dihantam Banjir ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar